Malaria, Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Anopheles!

Malaria, Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Anopheles!

Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Parasit ini tertular melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Manusia dapat terkena malaria setelah tergigit nyamuk pembawa parasit Plasmodium. Malaria atau yang sering masyakarat sebut juga dengan Demam rawa memiliki semacam gejala.

Gejala malaria biasanya muncul 10-15 hari setelah tergigit nyamuk. Malaria memiliki gejala awal meliputi demam, menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot. Gejala ini dapat berlangsung selama beberapa hari atau beberapa minggu. Jika tidak terobati, Demam rawa dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti anemia, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Malaria dapat menyebar melalui:

  • Gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi
  • Transfusi darah yang tidak aman
  • Jalan lahir dari ibu yang terinfeksi ke bayinya

Demam rawa adalah penyakit yang paling umum di daerah tropis dan subtropis. Sekitar 228 juta orang di dunia terinfeksi Demam rawa pada tahun 2020. Dari jumlah tersebut, sekitar 409.000 orang meninggal dunia.

Pencegahan malaria dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik secara individu maupun secara kolektif.

Pencegahan Demam rawa secara individu

Berikut adalah beberapa cara pencegahan Demam rawa secara individu:

  • Gunakan kelambu yang terobati dengan insektisida. Kelambu yang terobati dengan insektisida dapat membunuh nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi.
  • Gunakan obat nyamuk. Obat nyamuk dapat membantu mencegah gigitan nyamuk. Pilih obat nyamuk yang mengandung DEET, picaridin, atau IR3535.
  • Kenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang saat berada di luar ruangan di malam hari. Nyamuk Anopheles betina lebih aktif di malam hari.
  • Hindari area yang banyak terdapat nyamuk. Nyamuk Anopheles betina sering berada di area yang banyak terdapat air, seperti rawa-rawa dan hutan.
  • Jika Anda bepergian ke daerah endemis malaria, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat pencegahan Demam rawa. Obat pencegahan Demam rawa dapat membantu mencegah Demam rawa jika Anda tergigit nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi.

Pencegahan Demam rawa secara kolektif

Berikut adalah beberapa cara pencegahan Demam rawa secara kolektif:

  • Pemberantasan sarang nyamuk. Sarang nyamuk Anopheles betina sering berada di area yang tergenang air, seperti bak mandi, pot bunga, dan tempat penampungan air lainnya. Pemberantasan sarang nyamuk dapat dengan menguras bak mandi dan pot bunga secara rutin, menutup tempat penampungan air, dan menanam ikan pemakan jentik nyamuk.
  • Pengendalian vektor. Pengendalian vektor dapat dengan penyemprotan insektisida. Penyemprotan insektisida dapat Anda lakukan di rumah-rumah, tempat kerja, dan tempat umum lainnya.
  • Peningkatan kesadaran masyarakat. Peningkatan kesadaran masyarakat dapat menjadi edukasi tentang Demam rawa, seperti cara penularan, gejala, dan cara pencegahannya.

Dengan melakukan pencegahan Demam rawa secara individu dan kolektif, kita dapat membantu mengurangi penyebaran penyakit Demam rawa dan melindungi masyarakat dari Demam rawa.

Pengobatan Demam rawa tergantung pada jenis malaria yang diderita. Jenis malaria yang paling umum, Plasmodium falciparum, terobati dengan obat antimalaria artemisinin-based combination therapy (ACT). ACT adalah kombinasi dari dua atau tiga obat antimalaria yang bekerja secara bersama-sama untuk membunuh parasit malaria.

Baca Juga : 7 Rahasia Membasmi Kutu Busuk yang Jarang Diketahui!

Obat antimalaria lainnya yang dapat berfungsi untuk mengobati malaria adalah klorokuin, kinin, dan quinine. Obat-obatan ini umumnya berguna untuk mengobati malaria yang karena Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, atau Plasmodium malariae.

Pengobatan malaria biasanya berlangsung selama 7-14 hari. Dokter akan menentukan jenis obat dan durasi pengobatan yang tepat berdasarkan jenis malaria yang diderita, tingkat keparahan gejala, dan kondisi kesehatan pasien.

Selain obat antimalaria, pasien Demam rawa juga perlu mendapatkan perawatan suportif, seperti:

  • Istirahat
  • Cairan
  • Obat penurun demam
  • Obat antimuntah
  • Obat antihistamin

Jika pasien mengalami komplikasi Demam rawa, seperti gagal ginjal atau gangguan pernapasan, mungkin diperlukan perawatan di rumah sakit.

Berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan efektivitas pengobatan malaria:

  • Minum obat antimalaria sesuai petunjuk dokter. Jangan menghentikan pengobatan sebelum waktunya, bahkan jika Anda sudah merasa lebih baik.
  • Lakukan pemeriksaan darah secara rutin untuk memastikan bahwa parasit malaria telah hilang dari tubuh Anda.

Dengan jaringan cabang IMPROCARE Pest Control di seluruh Indonesia, ahli kami juga terjangkau semudah jangkauan telepon. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan survei hama dan konsultasi secara gratis.