Beragam Macam Tikus yang Ada di Rumah

Macam Tikus, Habitat, Hingga Ciri – Cirinya!

Tikus adalah hewan mamalia yang memiliki peran penting dalam rantai makanan. Dalam habitatnya hewan ini dapat tinggal dimana saja, tergantung jenisnya. Umumnya, tikus banyak berada di lingkungan yang lembab, kotor, dan tentunya yang banyak sumber makanan. Apa saja macam – macam tikus, bagaimana habitatnya dan apa saja ciri – ciri pada masing masing jenis tikus.

Dengan jaringan cabang IMPROCARE Pest Control di seluruh Indonesia, ahli kami juga terjangkau semudah jangkauan telepon. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan survei hama dan konsultasi secara gratis.

Baca Juga : Pembasmi Tikus Semarang

Macam Tikus

Tikus memiliki banyak macam di seluruh dunia. Namun, ada beberapa macam tikus yang menjadi hama bagi manusia. Berikut adalah jenis tikus yang menjadi hama dan merugikan untuk manusia.

  1. Tikus Rumah (Rattus norvegicus): Tikus rumah adalah salah satu jenis tikus yang paling umum menjadi hama di pemukiman manusia. Mereka merusak makanan dan bahan bangunan, menyebabkan kerusakan pada kabel listrik, dan berpotensi menyebarkan penyakit melalui tinja atau urin mereka.
  2. Tikus Atap (Rattus rattus): Tikus atap juga sering menjadi hama di pemukiman manusia. Mereka menyebabkan kerusakan pada makanan dan barang-barang di dalam rumah, serta dapat menyebabkan gangguan dan ketidaknyamanan.
  3. Tikus Kangguru (Dipodomys spp.): Beberapa jenis tikus kangguru juga bisa menjadi hama di daerah perkotaan dan pedesaan. Mereka merusak tanaman dan sistem pertanian, serta menyebabkan gangguan di kebun atau taman.
  4. Tikus Air (Ondatra zibethicus): Tikus air juga dapat menjadi hama di dekat perairan. Mereka merusak tanaman air, tanggul, dan bangunan di sekitar perairan.
  5. Tikus Gergaji (Mus spp.): Tikus gergaji seringkali menjadi hama di ladang dan perkebunan karena merusak tanaman, termasuk padi dan biji-bijian.
  6. Tikus Kecil (Micromys minutus): Meskipun kecil, tikus kecil dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman dan mempengaruhi hasil pertanian.
  7. Tikus Pohon (Chiropodomys gliroides): Tikus pohon jarang menjadi hama, namun dalam beberapa kasus, mereka dapat merusak tanaman buah-buahan atau mengganggu perkebunan.

Penggunaan praktik pengendalian hama yang tepat, seperti memasang perangkap atau menggunakan bahan pestisida secara aman, dapat membantu mengurangi dampak dan kerugian yang karena tikus hama.

Habitat Tikus

Tikus yang menjadi hama bagi manusia biasanya hidup di berbagai habitat di sekitar pemukiman manusia. Beberapa tempat di mana tikus hama sering ditemukan meliputi:

  1. Rumah dan Bangunan: Tikus rumah (Rattus norvegicus) dan tikus atap (Rattus rattus) sering berada di dalam rumah, gudang, dan bangunan lainnya. Mereka masuk melalui celah-celah kecil dan mencari makanan dan tempat berlindung di dalam struktur bangunan.
  2. Saluran Pembuangan: Tikus sering hidup di selokan dan saluran pembuangan, seperti tikus selokan (Rattus norvegicus), yang sering berada di saluran pembuangan kota.
  3. Tempat Pembuangan Sampah: Tikus mencari makanan di tempat-tempat sampah atau tumpukan limbah, termasuk di area pembuangan sampah atau tempat penyimpanan limbah.
  4. Kebun dan Ladang: Tikus hama, seperti tikus gergaji (Mus spp.), sering merusak tanaman di kebun, ladang, dan area pertanian lainnya, menyebabkan kerugian bagi petani.
  5. Area Perkotaan: Tikus sering berada di lingkungan perkotaan, terutama di sekitar pemukiman manusia, taman, dan taman kota.
  6. Area Pedesaan: Tikus juga bisa hidup di area perdesaan, di mana mereka bisa merusak tanaman pertanian dan menyebabkan masalah di sekitar rumah-rumah petani.
  7. Area Perairan: Tikus air (Ondatra zibethicus) hidup di dekat perairan seperti rawa, sungai, dan danau. Mereka dapat merusak tanaman air dan struktur di sekitar perairan.

Perlu diingat bahwa habitat tikus hama bisa bervariasi tergantung pada jenis tikus dan wilayah geografis. Pengendalian tikus hama di sekitar pemukiman manusia sangat penting untuk mencegah kerusakan pada properti dan penyebaran penyakit.

Ciri Ciri Dari Macam Tikus

Ciri-ciri dari tikus yang menjadi hama bagi manusia bervariasi tergantung pada spesies tikus tersebut, namun berikut adalah beberapa ciri umum dari tikus hama:

  1. Ukuran: Tikus hama umumnya memiliki tubuh yang kecil hingga sedang, dengan panjang sekitar beberapa sentimeter hingga beberapa puluh sentimeter, tergantung pada jenisnya.
  2. Bulu: Tikus hama biasanya memiliki bulu yang kasar dan beragam warna, seperti abu-abu, cokelat, atau hitam, tergantung pada spesiesnya.
  3. Ekor: Tikus hama memiliki ekor yang panjang dan ramping. Ekor ini membantu mereka dalam keseimbangan dan pergerakan di berbagai permukaan.
  4. Gigi: Tikus hama memiliki gigi tajam yang terus tumbuh sepanjang hidupnya. Mereka perlu mengunyah makanan yang keras untuk mencegah gigi-giginya menjadi terlalu panjang.
  5. Perilaku Nocturnal: Banyak tikus hama aktif pada malam hari (nocturnal) dan beristirahat di siang hari. Mereka mencari makanan dan beraktivitas saat gelap.
  6. Reproduksi Cepat: Tikus hama memiliki tingkat reproduksi yang tinggi, dengan kemampuan untuk berkembang biak dengan cepat dan menghasilkan banyak keturunan dalam waktu yang relatif singkat.
  7. Merusak Properti: Tikus hama sering merusak properti manusia seperti makanan, bahan bangunan, kabel listrik, dan barang-barang lainnya dengan menggigit dan mengunyah.
  8. Penyebab Gangguan dan Ketidaknyamanan: Tikus hama sering menyebabkan gangguan dan ketidaknyamanan di lingkungan manusia, seperti membuat suara berisik di malam hari atau merusak tanaman di kebun atau ladang.
  9. Penyakit Menular: Beberapa jenis tikus hama dapat menyebabkan penyebaran penyakit melalui tinja atau urin mereka, yang dapat membahayakan kesehatan manusia.
  10. Penyebaran dan Infestasi: Tikus hama sering terlihat bergerombol di area yang memiliki pasokan makanan yang cukup, dan mereka dapat dengan cepat menginfestasi lingkungan manusia jika tidak dikendalikan dengan baik.

Tikus yang menjadi hama bagi manusia seringkali menyebabkan kerugian ekonomi, kerusakan properti, dan potensi risiko kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mengambil tindakan pengendalian tikus yang tepat guna mencegah dan mengatasi masalah tikus hama di sekitar pemukiman manusia.

jenis tikus

Apa saja jenis tikus yang berada di Indonesia?

Setiap jenis tikus memiliki karakteristik dan habitat yang berbeda-beda, sehingga memerlukan metode pengendalian yang berbeda pula untuk mengatasi masalah tikus tersebut. Secara umum tikus yang umum ditemukan antara lain:

  1. Tikus rumah (Rattus rattus): Jenis tikus ini memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil, dengan panjang antara 15-25 cm dan berat sekitar 75-200 gram. Tikus rumah memiliki warna tubuh yang bervariasi, mulai dari coklat hingga hitam.
  2. Tikus sawah (Rattus argentiventer): Jenis tikus ini memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari tikus rumah, dengan panjang antara 18-25 cm dan berat sekitar 150-300 gram. Tikus sawah memiliki warna tubuh yang cenderung keabu-abuan atau kecoklatan.
  3. Tikus ekor panjang (Rattus norvegicus): Jenis tikus ini memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari tikus rumah, dengan panjang antara 20-30 cm dan berat sekitar 200-500 gram. Tikus ekor panjang memiliki warna tubuh yang cenderung kecoklatan atau abu-abu.
  4. Tikus bambu (Bandicota indica): Jenis tikus ini memiliki ukuran tubuh yang cukup besar, dengan panjang antara 20-30 cm dan berat sekitar 200-500 gram. Tikus bambu memiliki warna tubuh yang cenderung kecoklatan atau abu-abu.
  5. Tikus gunung (Maxomys spp.): Jenis tikus ini memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil, dengan panjang antara 12-20 cm dan berat sekitar 40-100 gram. Tikus gunung memiliki warna tubuh yang cenderung keabu-abuan atau kecoklatan.

Berikut adalah beberapa jenis tikus yang dapat ditemukan di Indonesia beserta pengertiannya:

  1. Tikus Sawah (Rattus argentiventer): Tikus ini biasanya hidup di lingkungan persawahan atau daerah yang lembap seperti daerah perbukitan dan hutan. Tikus sawah sering kali menjadi hama bagi tanaman padi.
  2. Tikus Rumah (Rattus tanezumi): Tikus ini biasanya hidup di daerah pemukiman manusia dan menjadi salah satu hama utama di dalam rumah. Tikus ini juga dapat membawa penyakit dan merusak barang-barang yang ada di dalam rumah.
  3. Tikus Rawa (Rattus palmarum): Tikus ini biasanya hidup di daerah rawa-rawa dan sering kali berada di sekitar perairan. Tikus rawa dapat membawa penyakit seperti leptospirosis dan merusak tanaman yang tumbuh di sekitarnya.
  4. Tikus Hutan (Maxomys whiteheadi): Tikus ini biasanya hidup di daerah hutan dan perbukitan. Tikus hutan adalah hewan nokturnal yang aktif pada malam hari dan warga sekitar sering memanfaatkannya sebagai lauk makanan.
  5. Tikus Gunung (Maxomys surifer): Tikus ini biasanya hidup di daerah pegunungan dan terutama pada daerah hutan pegunungan. Tikus gunung bermanfaat bagi warga sekitar sebagai makanan oleh orang-orang di daerah tersebut.
  6. Tikus Pipit (Mus musculoides): Tikus ini biasanya hidup di daerah perkebunan dan sering kali dijumpai di sekitar tempat-tempat yang banyak pepohonan. Tikus pipit dapat merusak tanaman yang tumbuh di sekitarnya.
  7. Tikus Kebun (Bandicota indica): Tikus ini biasanya hidup di daerah perkebunan atau lahan pertanian. Tikus kebun dapat merusak tanaman dan menjadi hama bagi petani.
  8. Tikus Bawah Tanah (Tachyoryctes splendens): Tikus ini biasanya hidup di daerah perbukitan atau lahan pertanian yang berbukit-bukit. Tikus bawah tanah dapat merusak tanaman dan menjadi hama bagi petani.
  9. Tikus Rantai (Nesokia indica): Tikus ini biasanya hidup di daerah rawa-rawa atau tempat-tempat yang lembap. Tikus rantai dapat merusak tanaman dan membawa penyakit seperti leptospirosis.
  10. Tikus Lapangan (Rattus tiomanicus): Tikus ini biasanya hidup di daerah lapangan atau lahan terbuka. Tikus lapangan sering kali menjadi hama bagi tanaman dan juga dapat membawa penyakit.

Baca Juga: Pest Control Tikus Spesialis | IMPROCARE

Beberapa jenis tikus yang berada di Indonesia dan sering kita jumpai baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Anda harus memaksimalkan dalam pengendalian hama tikus, karena hewan pengerat ini dapat membawa virus/bakteri untuk manusia dan menimbulkan penyakit yang berbahaya.